Sabtu, 25 Juli 2026

John Herdman Jadikan Piala AFF 2026 Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Menuju Level Asia




Optik Melawai - optik terbesar di lebih dari 350 lokasi srategis, memberikan pilihan merek dan model terbanyak dari berbagai level harga dengan pelayanan terbaik.


Untuk informasi selengkapnya kunjungi : https://vcbl.id/OptikMelawai









KOMPAS.TV Piala AFF 2026 menjadi edisi ke-16 sekaligus menandai 30 tahun perjalanan turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara. Meski telah enam kali menjadi finalis, Timnas Indonesia masih memburu gelar juara pertamanya di ajang ini.

Di bawah arahan pelatih John Herdman, Skuad Garuda membawa harapan baru. Herdman menegaskan Piala AFF bukan sekadar target meraih trofi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bahwa Timnas Indonesia siap naik ke level Asia sebagai bagian dari perjalanan menuju Piala Dunia.

Menurut John Herdman, para pemain harus menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level AFC. Ia menilai Piala AFF menjadi kesempatan bagi tim untuk bertumbuh bersama sekaligus membuktikan kesiapan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Dengan perpaduan pemain muda dan berpengalaman, harapan untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara AFF kembali menguat. Mampukah Timnas Indonesia mencatatkan sejarah baru di bawah kepemimpinan John Herdman?

#TimnasIndonesia #PialaAFF2026 #JohnHerdman #SkuadGaruda

Baca Juga [FULL] Analis Sepak Bola Firzie Idris Bahas Peluang Timnas Indonesia Raih Gelar Piala AFF di https://www.kompas.tv/nasional/682308/full-analis-sepak-bola-firzie-idris-bahas-peluang-timnas-indonesia-raih-gelar-piala-aff

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682320/john-herdman-jadikan-piala-aff-2026-ajang-pembuktian-timnas-indonesia-menuju-level-asia

Senin, 29 Juni 2026

Seskab Teddy Sebut 30 Persen Peserta Magang Nasional Tahun Lalu Diterima Kerja Jadi Pegawai Tetap

 Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya :

Jakarta, VIVA – Program Magang Nasional (PMN) 2026 yang diluncurkan pemerintah menawarkan gaji bagi peserta magang berkisar Rp3,5-6 juta per-bulan, bergantung pada upah minimum kabupaten/kota tempat peserta bekerja.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 sampai Rp6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat pembukaan Program Magang Nasional 2026 yang dikutip dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Teddy mengatakan Program Magang Nasional merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang mulai dijalankan sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program itu bertujuan menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih mudah memasuki dunia kerja dan menyasar lulusan sarjana, penyandang disabilitas, serta peserta dari berbagai profesi.

"Salah satu 'PR' pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Selain memperoleh penghasilan, peserta PMN mengikuti masa magang selama enam bulan di perusahaan mitra serta mendapat pendampingan dari mentor atau pekerja senior untuk meningkatkan keterampilan kerja.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," kata Teddy.

Pada 2026, jumlah peserta PMN ditingkatkan menjadi 150 ribu orang dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Mereka akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik BUMN maupun swasta di berbagai daerah.

Menurut Teddy, pelaksanaan PMN pada tahun pertama menunjukkan hasil positif, yaitu dari 100 ribu peserta yang mengikuti program di 2025, sekitar 30 persen atau sekitar 30 ribu peserta direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara itu, 30 persen lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam kurun dua hingga tiga bulan.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy. (Ant)

Sabtu, 27 Juni 2026

Timnas U-17 Indonesia Vs Malaysia: Balas Kekalahan di Solo

 Misi Balas Dendam! Garuda Muda Kembali Bertemu Malaysia Usai Gagal di Piala AFF U-17




PSSI secara resmi mengumumkan agenda uji coba internasional bertajuk Garuda Championship Series, yang akan mempertemukan Timnas U-17 Indonesia melawan Timnas U-17 Malaysia.

Laga persahabatan bergengsi ini dipastikan menjadi ajang pembuktian, sekaligus momentum bagi skuad Garuda Muda untuk membalas kekalahan dari rival abadinya tersebut.

Sebanyak dua pertandingan telah dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, masing-masing pada 4 Juli dan 7 Juli 2026, dengan kick-off pukul 20.00 WIB.

Rangkaian laga Garuda Championship Series ini menjadi bagian krusial dalam persiapan Timnas U-17 Indonesia guna menghadapi berbagai agenda internasional di masa mendatang.

Untuk menghadapi dua laga tersebut, PSSI juga telah menetapkan daftar 25 pemain terbaik yang akan memperkuat Garuda Muda. Para pemain ini didatangkan dari berbagai daerah dan klub, yang sekaligus menunjukkan luasnya jangkauan pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air.

Tercatat, sejumlah klub profesional turut menyumbangkan talenta terbaiknya untuk skuad kali ini. Di antaranya adalah Persija Jakarta, Bali United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Dewa United FC, Persis Solo, hingga Bhayangkara FC.




Selain dari klub profesional, beberapa talenta muda lainnya juga direkrut dari akademi sepak bola ternama, seperti ISA MB Academy, Papua Football Academy, ASIOP, dan biMBA-AUIEO Soccer School.

Duel melawan Malaysia diprediksi akan berlangsung sengit. Tak hanya sekadar ajang uji coba, pertandingan ini juga menjadi kesempatan emas bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan para pemain serta mengevaluasi kekuatan tim secara keseluruhan.

Laga ini sekaligus menandai pertemuan ulang antara kedua tim setelah sebelumnya saling bentrok di ajang ASEAN U-17 Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-17.

Kala itu, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Joko Samudro, Gresik.

Kekalahan tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi perjalanan Garuda Muda di turnamen. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto gagal melangkah ke babak semifinal setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi empat poin.

Sementara itu, Malaysia dan Vietnam berhasil lolos ke babak semifinal. Bahkan, kedua tim kemudian bertemu di partai puncak, meski pada akhirnya Vietnam keluar sebagai kampiun setelah menaklukkan Malaysia di laga final

Resmi! 25 Pemain Timnas U-17 Hadapi Malaysia di Solo, Ini Jadwalnya

 Timnas U-17 Indonesia bersiap menjajal kekuatan rival abadinya, Malaysia, dalam ajang bertajuk Garuda Championship Series. Guna menghadapi laga persahabatan bergengsi ini, sebanyak 25 pemain resmi dipanggil untuk bergabung dalam skuad Garuda Asia.




Sebelumnya, Timnas U-17 Indonesia telah menjalani pemusatan latihan (TC) jangka panjang yang berpusat di Solo sejak awal Juni 2026 lalu. Program ini dipimpin langsung oleh David Nascimento, mantan pemain Liga Belanda, dengan fokus utama pada pembentukan dan persiapan masa depan bagi skuad usia muda Indonesia.

Setelah menempa diri dalam TC yang intens, skuad asuhan David Nascimento kini dijadwalkan untuk melakoni dua laga uji coba. Mereka akan menghadapi Malaysia dalam pertandingan bertegangan tinggi yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada 4 dan 7 Juli 2026.

Laga uji coba ini menjadi momentum krusial bagi sang pelatih untuk mengevaluasi serta mengukur kualitas para pemainnya setelah sekian lama menjalani latihan bersama. Terlebih, para pemain telah melalui proses TC yang panjang, sehingga laga ini akan menjadi tolok ukur nyata bagi perkembangan dan kesiapan mereka.



Lebih dari sekadar laga persahabatan biasa, duel antara Timnas Indonesia dan Malaysia selalu memiliki daya tarik tersendiri. Rivalitas panas antara kedua negara selalu tersaji di setiap lini. Meskipun kali ini berlaga di level usia muda, pertandingan Indonesia kontra Malaysia dipastikan akan tetap menarik, sengit, dan penuh emosi untuk disaksikan.

Berikut adalah daftar lengkap 25 pemain Timnas U-17 Indonesia yang dipanggil untuk menghadapi Malaysia:

Dhamar Try Kusuma (Persik Kediri)

Faiz Hikmal (ISA MB Academy)

Sendi Juliansyah (Dewa United)

Muhamad Faiz (biMBA-AUIEO Soccer School)

Muhammad Firlo (Persis Solo)

Rifay Arifin (biMBA-AUIEO Soccer School)

Puma Mandhito (Persija Jakarta)

Edsel Henrian (Persija Jakarta)

Abdillah Ishak (Persija Jakarta)

Syahdan Caesar (ASIOP)

Allekay Kaisar (Persik Kediri)

Haikal Kamil (Persik Kediri)

Pradipta Arya (Persik Kediri)

Valdo Putra (Persija Jakarta)

Ramadhani Krishna (Persis Solo)

Dzaky Muhammad (Bhayangkara Presisi Lampung FC)

Dolvin Theofilus (Papua Football Academy)

Chico Jericho (ASIOP)

Ramadan Putra (Persebaya Surabaya)

Yance Glen (Papua Football Academy)

Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC)

I Dewa Gede (Bali United)

Melki Alvando (Papua Football Academy)

I Gede Kayana (Bali United)

Stenly Meyanu (Papua Football Academy)

Sementara itu, berikut adalah jadwal lengkap pertandingan uji coba Timnas U-17 Indonesia melawan Malaysia:

Leg 1: Timnas U-17 Indonesia vs Malaysia

Stadion Manahan, Solo | 4 Juli 2026 | Pukul 20.00 WIB

Leg 2: Malaysia vs Timnas U-17 Indonesia

Stadion Manahan, Solo | 7 Juli 2026 | Pukul 20.00 WIB

Minggu, 19 Oktober 2025

Tambahan Bansos Rp 300 Ribu untuk 35 Juta Keluarga Bakal Cair Bulan Ini


kemensos-1760756380333_169.jpeg?wid=54&w

Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, (Gus Ipul) mengumumkan penyaluran tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp 300 ribu per bulan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) siap dilaksanakan pada bulan ini.

Bantuan ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto Untuk Program Perlindungan Sosial Tahun 2025 melalui Kementerian Sosial yang diberikan selama tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember, sebagai bagian dari strategi stimulus ekonomi.

BLTS akan menjangkau 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Jika dihitung dengan rata-rata empat anggota per keluarga (ayah-ibu dan 2 anak), bantuan ini diperkirakan menyentuh 140 juta jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tambahan BLTS ini di luar BLT reguler yang sudah diberikan melalui Kemensos setiap bulan kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/10/2025).

Total nilai tambahan BLTS yang disalurkan mencapai Rp 31,542 triliun. Melalui tambahan ini, total bantuan perlindungan sosial yang disalurkan melalui Kemensos pada 2025 mencapai Rp 110,718 triliun.

Adapun rincian penyaluran bantuan sosial sebagai berikut:

• Penerima PKH Murni: 398.714 KPM, masing-masing Rp 2,8 juta per tahun, total Rp 1,116 triliun

• Penerima Sembako Murni: 8.675.797 KPM, masing-masing Rp 2,4 per tahun, total Rp 20,822 triliun

• Penerima PKH dan Sembako: 9.601.286 KPM, masing-masing Rp 5,2 juta per tahun, total Rp 49,927 triliun

• Penerima Penebalan Juni-Juli 2025: 18.277.083 KPM, masing-masing Rp 400 ribu, total Rp 7,311 triliun

• Penerima Stimulus Ekonomi (Oktober-Desember 2025): 35.046.783 KPM, masing-masing Rp 900 ribu, total Rp 31,542 triliun

Total bantuan perlindungan sosial 2025: Rp 110,718 triliun

Menurutnya, penerima BLTS berasal dari keluarga miskin di desil 1 hingga 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari 35,04 juta lebih KPM penerima BLTS, 20,88 juta lebih KPM memperoleh bantuan penebalan, sedangkan sisanya 14,15 juta lebih KPM merupakan penerima bantuan baru.

"Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di triwulan pertama, dan DTSEN pada triwulan selanjutnya (triwulan II-IV) yang dilakukan pemutakhiran data penerima setiap tiga bulan sekali dalam rangka bantuan sosial (bansos) tepat sasaran," jelas Gus Ipul.

Khusus triwulan IV terdapat penambahan penerima bansos yang diberikan kepada KPM baru di desil 1- 4 DTSEN (di luar penerima bansos reguler). Data ini diperoleh dari hasil pemadanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sosial, BPS dan Kementerian Keuangan.

"Bahwa proses penyaluran triwulan IV Bansos Reguler dan Perluasan sudah dimulai sejak hari ini hingga dua pekan ke depan," tutupnya.

Simak juga Video: Cerita Gus Ipul Benahi Data Penerima Bansos

(prf/ega)

Kabar Baik! Pemerintah Tambah Jumlah Penerima Bansos di Triwulan IV 2025


kemensos-1760709765723_169.jpeg?wid=54&w

Jakarta -

Pemerintah meluncurkan bantuan langsung tunai sementara (BLTS) untuk menjaga daya beli masyarakat pada triwulan empat untuk bulan Oktober, November, dan Desember. Bantuan tersebut diberikan senilai Rp900 ribu dengan rincian Rp300 ribu per bulan yang diberikan satu kali di bulan Oktober.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bantuan ini diberikan kepada 35.046.783 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Jumlah ini lebih tinggi sebelumnya, dan ini bisa menjangkau 104 juta orang, kalau asumsi 1 KPM ada ayah, ibu, dan dua orang anak," katanya saat penyaluran BLTS Kesra di Kantor Pos Cikini, Jakarta, dalam keterangan tertulis Jumat (17/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, BLTS ini memberikan penambahan jumlah KPM diluar BLT reguler yang disalurkan oleh Kemensos melalui PKH dan Sembako. Penyaluran akan disalurkan melalui dua cara, yakni melalui himbara dan PT POS Indonesia.

"Melalui Himbara yang 18,2 juta dan ini akan langsung diberikan minggu depan, dan juga yang 17,2 juta akan melalui PT POS, dan hari ini dilakukan secara simbolis kepada 50 orang yang belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya dan masuk di angka 17,2 juta," tambah Airlangga.

Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan untuk 18,2 juta KPM yang termasuk sebagai penerima bantuan reguler Kemensos mendapatkan penebalan bantuan di triwulan ke empat melalui BLTS. Gus Ipul menjelaskan penerima bantuan ini telah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4.

"Katakanlah kalau dia di 3 bulan ke-4 ini dapat Rp600 ribu. Ada tambahan dari Bapak Presiden, Rp300 ribu kali 3. Berarti Rp900 ribu. Maka KPM sembako pada 3 bulan ke-4 ini mendapatkan Rp1,5 juta setiap keluarga," katanya.

Gus Ipul juga mengimbau kepada penerima bantuan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sesuai dengan tujuan sesungguhnya yakni membeli bahan pokok atau kebutuhan dasar.

"Jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak peruntukannya apalagi untuk Judol," tutup Gus Ipul.

Tonton juga video "Cerita Gus Ipul Benahi Data Penerima Bansos" di sini:

(akd/akd)

Sabtu, 18 Oktober 2025

Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi, Maryam Menangis Haru Bertemu 7 Anaknya, setelah Dipenjara 15 Tahun


SURYA.CO.ID/AHMAD FAISOL

Maryam binti Ahmad (54), TKW bekerja di Arab Saudi yang bebas dari hukuman mati saat mengecek kondisi rumahnya di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (4/12/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Jawa Timur, menangis haru saat kembali bertemu ketujuh anaknya di kampung halaman.

TKI bernama Maryam Ahmad (54) berhasil pulang dari Arab Saudi setelah meninggalkan rumahnya di Dusun Jaddih Laok, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan sejak tahun 1994 silam.

Maryam tertahan di Arab Saudi setelah mendekam selama 15 tahun 7 bulan dalam penjara.

Rinciannya, 9 tahun di Penjara Dzahban dan 6 tahun di Penjara Briman, Jeddah, Arab Saudi.

Dia dihukum bui akibat membalas tindakan arogansi majikannya dengan menyiramkan air panas ke tubuh majikannya, Yahya Mohammad Jabbar Sani.

Hal itu diungkapkan Maryam saat ditemui di rumahnya.

“Majikan ada permasalahan di luar yang dibawa ke rumah, memancing amarah hingga saya bertindak menyiramkan air ke tubuhnya. Tidak meninggal, saat itu kedua anaknya masih berusia di bawah 10 tahun,” kenang Maryam, dikutip dari Surya.co.id.

Sejak itulah, ia mendekam di balik jeruji besi, setelah kakak korban, Husen Yahya Mohammad Jabbar San Hani menjadi pihak yang memberatkan dalam perkara penganiayaan tersebut. 

Namun, Maryam bisa memaksimalkan celah dengan menunggu pengampunan dari dua anak majikannya ketika sudah berusia baligh.

“Yang memberikan pengampunan adalah Saed Yahya Mohammad Jabbar Sani. Sekarang saya mau minum takut, melihat semua di lingkungan rumah bukan ini,” kata Maryam.

Tak hafal nama 7 anaknya

Akhirnya, Maryam berhasil pulang berkat dukungan Kementerian Luar Negeri dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Kabupaten Pamekasan. 

Dua lembaga pemerintah itu, turut mengantar Maryam hingga tiba di halaman rumahnya pada Sabtu (30/11/2024).

Setiba di rumahnya, Maryam menangis saat memandangi satu persatu wajah ketujuh anaknya.

Selama 30 tahun berlalu, Maryam bahkan tidak bisa mengenali nama anak-anaknya, menantunya dan cucunya yang berkumpul menyambut kedatangannya pada Sabtu (30/11/2024) lalu.

Meski hingga hari kelima berada di lingkungan keluarganya, Rabu (4/12/2024), Maryam masih belum mampu menghafal urutan ketujuh anaknya.


Page 2

SURYA.CO.ID/AHMAD FAISOL

Maryam binti Ahmad (54), TKW bekerja di Arab Saudi yang bebas dari hukuman mati saat mengecek kondisi rumahnya di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (4/12/2024). 

Anak ketiga Maryam bernama Jazuli tak kuasa menahan rasa bahagia menyambut ibunya kembali.

Jazuli ditinggal ibunya saat berusia 12 tahun hingga kini sudah memiliki 2 anak.

“Perasaan saya sedih tapi bahagia. Sedih karena ibu lupa kepada saya dan tidak mengenal cucu-cucunya. Senang karena dia bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat,” ujar Jazuli, mengutip Kompas.com.

Dia yang kala itu tengah berada di tanah rantau, Jayapura, baru pertama kali mendapatkan kabar bahwa ibunya, Maryam sedang menjalani masa hukuman sejak tahun 2009. 

Jazuli tidak tahu harus berbuat apa, semua upaya agar dirinya bisa terhubung dengan ibu yang pergi sebagai TKW saat usianya masih 12 tahun, selalu gagal. 

“Akhirnya saya bisa berkomunikasi di tahun 2012, sekitar 7 kali. Setelah itu tidak ada komunikasi sama sekali hingga ibu pulang. Ini seperti mimpi, saya tidak menyangka kalau ibu sudah pulang dengan selamat, tidak dimakamkan di sana,” singkatnya.

Dapat donasi di Arab Saudi

Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) mendampingi Maryam.

Hal itu diungkapkan oleh keponakan Maryam, Fadhur Rosi.

“Kami mengikuti proses hukum di Arab Saudi, namun segala perkembangan di Pemerintahan Arab Saudi diinformasikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri dan KJRI kepada pihak keluarga. Intinya ada celah hukum yang bisa menyelamatkan bibi kami,” ungkap Fadhur.

Setelah sekian lama menunggu, hingga akhirnya mendapatkan pengampunan dari anak majikannya, Maryam tidak bisa langsung bebas. 

Namun masih berkewajiban membayar diyat tebusan sebesar Rp 1,6 miliar.  

Alhamdulillah ada donatur dari warga Arab Saudi yang membayar uang denda itu. Sehingga bibi saya bisa kembali dengan selamat ke tanah kelahiran,” pungkas Rosi yang juga sebagai Ketua Komisi A DPRD Bangkalan itu.

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul TKW Bangkalan Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Disambut Haru 7 Anaknya, Usai Dipenjara 15 Tahun

(Tribunnews.com/Isti Prasetya, Surya.co.id/Ahmad Faisol, Kompas.com)

Pria di Gowa Sulsel Bunuh Istri Lalu Akhiri Hidup, Sempat Serang Ipar dan Mertua


net

ILUSTRASI MAYAT - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menelan korban di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,  Kamis (2/10/2025) pagi. Seorang pria berinisial AM (45) tega membunuh istrinya, SY (36), dengan sebilah badik di rumah mereka di Dusun Bontomarannu, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan 

TRIBUNNEWS.COM, GOWA – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,  Kamis (2/10/2025) pagi.

Seorang pria berinisial AM (45) tega membunuh istrinya, SY (36), menggunakan sebilah badik di rumah mereka di Dusun Bontomarannu, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan. 

Korban mengalami sebelas luka tusukan, termasuk di leher dan dada. Kerabat yang mendengar teriakan segera masuk ke kamar dan menemukan SY bersimbah darah.

“Ada sebelas luka pada tubuh korban, salah satunya luka terbuka di bagian leher,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar Nambung, Kamis (2/10/2025).

Setelah menewaskan istrinya, AM sempat menyerang kakak ipar dan mertuanya.

Kemudian, ia melarikan diri ke kebun coklat sekitar 800 meter dari rumah. Warga dan aparat kepolisian segera melakukan pencarian.

Baca juga: Kasus KDRT di Lumajang: Istri Luka Parah Akibat Dibacok Suami Setelah Tolak Rujuk

Penemuan Pelaku dalam Kondisi Kritis

AM ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka tusukan di pinggang kiri dan kanan, diduga akibat menusuk dirinya sendiri karena menyesal membunuh istrinya., Sen

Ia dievakuasi ke Puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Meski mendapat perawatan medis, AM meninggal dunia pada pukul 20.00 WITA.

Polisi mengamankan sebilah badik milik pelaku di lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Latar Belakang Pelaku

Informasi keluarga menyebutkan AM baru sepekan pulang dari Malaysia setelah bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di perkebunan sawit.

Menurut adiknya, Amir (33), AM sempat mengalami depresi dan gangguan ingatan.

“Di rumah sakit, dia mengaku menusuk dirinya sendiri karena menyesal telah membunuh istrinya,” ujar Amir.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif di balik pembunuhan ini serta memastikan kepastian hukum. Dugaan awal, peristiwa ini merupakan kasus KDRT.


Page 2

net

ILUSTRASI MAYAT - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menelan korban di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,  Kamis (2/10/2025) pagi. Seorang pria berinisial AM (45) tega membunuh istrinya, SY (36), dengan sebilah badik di rumah mereka di Dusun Bontomarannu, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan 

AKP Bachtiar Nambung menegaskan, sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dan pelaku.

"Hal ini agar kasus ini mendapatkan kepastian hukum tetap,” katanya. (Tribun Timur/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab) 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Suami Bunuh Istri Bontotangnga Gowa, Korban Ditikam Badik 5 Kali

© Copyright 2019 Top News Jawa Timur | All Right Reserved