National

Ads

Economy

Technology

Politics

Video

Sabtu, 27 Juni 2026

Timnas U-17 Indonesia Vs Malaysia: Balas Kekalahan di Solo

 Misi Balas Dendam! Garuda Muda Kembali Bertemu Malaysia Usai Gagal di Piala AFF U-17




PSSI secara resmi mengumumkan agenda uji coba internasional bertajuk Garuda Championship Series, yang akan mempertemukan Timnas U-17 Indonesia melawan Timnas U-17 Malaysia.

Laga persahabatan bergengsi ini dipastikan menjadi ajang pembuktian, sekaligus momentum bagi skuad Garuda Muda untuk membalas kekalahan dari rival abadinya tersebut.

Sebanyak dua pertandingan telah dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, masing-masing pada 4 Juli dan 7 Juli 2026, dengan kick-off pukul 20.00 WIB.

Rangkaian laga Garuda Championship Series ini menjadi bagian krusial dalam persiapan Timnas U-17 Indonesia guna menghadapi berbagai agenda internasional di masa mendatang.

Untuk menghadapi dua laga tersebut, PSSI juga telah menetapkan daftar 25 pemain terbaik yang akan memperkuat Garuda Muda. Para pemain ini didatangkan dari berbagai daerah dan klub, yang sekaligus menunjukkan luasnya jangkauan pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air.

Tercatat, sejumlah klub profesional turut menyumbangkan talenta terbaiknya untuk skuad kali ini. Di antaranya adalah Persija Jakarta, Bali United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Dewa United FC, Persis Solo, hingga Bhayangkara FC.




Selain dari klub profesional, beberapa talenta muda lainnya juga direkrut dari akademi sepak bola ternama, seperti ISA MB Academy, Papua Football Academy, ASIOP, dan biMBA-AUIEO Soccer School.

Duel melawan Malaysia diprediksi akan berlangsung sengit. Tak hanya sekadar ajang uji coba, pertandingan ini juga menjadi kesempatan emas bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan para pemain serta mengevaluasi kekuatan tim secara keseluruhan.

Laga ini sekaligus menandai pertemuan ulang antara kedua tim setelah sebelumnya saling bentrok di ajang ASEAN U-17 Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-17.

Kala itu, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Joko Samudro, Gresik.

Kekalahan tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi perjalanan Garuda Muda di turnamen. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto gagal melangkah ke babak semifinal setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi empat poin.

Sementara itu, Malaysia dan Vietnam berhasil lolos ke babak semifinal. Bahkan, kedua tim kemudian bertemu di partai puncak, meski pada akhirnya Vietnam keluar sebagai kampiun setelah menaklukkan Malaysia di laga final

Resmi! 25 Pemain Timnas U-17 Hadapi Malaysia di Solo, Ini Jadwalnya

 Timnas U-17 Indonesia bersiap menjajal kekuatan rival abadinya, Malaysia, dalam ajang bertajuk Garuda Championship Series. Guna menghadapi laga persahabatan bergengsi ini, sebanyak 25 pemain resmi dipanggil untuk bergabung dalam skuad Garuda Asia.




Sebelumnya, Timnas U-17 Indonesia telah menjalani pemusatan latihan (TC) jangka panjang yang berpusat di Solo sejak awal Juni 2026 lalu. Program ini dipimpin langsung oleh David Nascimento, mantan pemain Liga Belanda, dengan fokus utama pada pembentukan dan persiapan masa depan bagi skuad usia muda Indonesia.

Setelah menempa diri dalam TC yang intens, skuad asuhan David Nascimento kini dijadwalkan untuk melakoni dua laga uji coba. Mereka akan menghadapi Malaysia dalam pertandingan bertegangan tinggi yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada 4 dan 7 Juli 2026.

Laga uji coba ini menjadi momentum krusial bagi sang pelatih untuk mengevaluasi serta mengukur kualitas para pemainnya setelah sekian lama menjalani latihan bersama. Terlebih, para pemain telah melalui proses TC yang panjang, sehingga laga ini akan menjadi tolok ukur nyata bagi perkembangan dan kesiapan mereka.



Lebih dari sekadar laga persahabatan biasa, duel antara Timnas Indonesia dan Malaysia selalu memiliki daya tarik tersendiri. Rivalitas panas antara kedua negara selalu tersaji di setiap lini. Meskipun kali ini berlaga di level usia muda, pertandingan Indonesia kontra Malaysia dipastikan akan tetap menarik, sengit, dan penuh emosi untuk disaksikan.

Berikut adalah daftar lengkap 25 pemain Timnas U-17 Indonesia yang dipanggil untuk menghadapi Malaysia:

Dhamar Try Kusuma (Persik Kediri)

Faiz Hikmal (ISA MB Academy)

Sendi Juliansyah (Dewa United)

Muhamad Faiz (biMBA-AUIEO Soccer School)

Muhammad Firlo (Persis Solo)

Rifay Arifin (biMBA-AUIEO Soccer School)

Puma Mandhito (Persija Jakarta)

Edsel Henrian (Persija Jakarta)

Abdillah Ishak (Persija Jakarta)

Syahdan Caesar (ASIOP)

Allekay Kaisar (Persik Kediri)

Haikal Kamil (Persik Kediri)

Pradipta Arya (Persik Kediri)

Valdo Putra (Persija Jakarta)

Ramadhani Krishna (Persis Solo)

Dzaky Muhammad (Bhayangkara Presisi Lampung FC)

Dolvin Theofilus (Papua Football Academy)

Chico Jericho (ASIOP)

Ramadan Putra (Persebaya Surabaya)

Yance Glen (Papua Football Academy)

Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC)

I Dewa Gede (Bali United)

Melki Alvando (Papua Football Academy)

I Gede Kayana (Bali United)

Stenly Meyanu (Papua Football Academy)

Sementara itu, berikut adalah jadwal lengkap pertandingan uji coba Timnas U-17 Indonesia melawan Malaysia:

Leg 1: Timnas U-17 Indonesia vs Malaysia

Stadion Manahan, Solo | 4 Juli 2026 | Pukul 20.00 WIB

Leg 2: Malaysia vs Timnas U-17 Indonesia

Stadion Manahan, Solo | 7 Juli 2026 | Pukul 20.00 WIB

Mengapa Arema FC Rekrut Victor Dethan Walau Minim Gol?

 Sayap muda Timnas Indonesia U-23, Victor Dethan, kini menjadi salah satu komoditas paling panas di bursa transfer Super League 2026-2027. Hal ini menyusul kepergiannya yang resmi dari PSM Makassar serta batalnya rencana kepindahannya ke Persija Jakarta. Situasi tersebut seketika memicu rumor hangat di Malang, pasalnya Arema FC melihat peluang emas untuk mendatangkan winger berusia 21 tahun itu tanpa biaya transfer (free transfer), sebagai langkah strategis membangun skuad yang lebih efisien sekaligus bertenaga.





Dinamika bursa transfer sepak bola memang tak ubahnya seperti pasar saham; pergerakannya sangat cepat. Seorang pemain yang hari ini dikabarkan akan bergabung dengan Tim A, bisa jadi esok harinya sudah resmi menjadi milik Tim B. Fenomena inilah yang kini dialami oleh Victor Dethan.

Pemain kelahiran 11 Juli 2004 ini mendadak menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Bermula dari pamitnya ia dari PSM Makassar, kabar burung sempat menyebutkan bahwa dirinya akan merapat ke Persija Jakarta, namun rencana tersebut urung terlaksana. Batalnya kesepakatan dengan Persija membuat status Victor menjadi bebas alias free agent, sebuah situasi yang sangat menarik untuk diikuti. Tak ayal, dua raksasa Jawa Timur, yakni Arema FC dan Persebaya Surabaya, langsung memasang radar untuk mengawasi sang pemain.

Bagi Arema FC, ini merupakan kesempatan emas yang sangat langka. Mengapa demikian? Faktor utamanya terletak pada efisiensi bisnis. Jika status Victor memang bebas transfer, Singo Edan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk membayar biaya transfer (transfer fee). Bayangkan, ia bisa didapat secara gratis, padahal nilai pasar (market value) pemain ini berada di kisaran Rp3,91 miliar. Memperoleh aset Timnas U-23 yang bernilai miliaran rupiah secara cuma-cuma jelas menjadi keuntungan besar bagi manajemen Arema yang saat ini tengah menerapkan kebijakan pengetatan anggaran.

Ditinjau dari segi teknis, Victor sejatinya adalah jawaban atas kebutuhan skuad Arema. Karakter permainannya sangat kental dengan nuansa "Malangan". Ia memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu beroperasi di posisi sayap kanan maupun kiri. Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan dan agresivitasnya saat melakukan transisi menyerang. Selain itu, Victor juga dikenal rajin melakukan pressing serta cerdas dalam membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya. Karakteristik ini tentu sangat cocok dengan gaya permainan cepat yang selama ini diusung oleh Arema FC.




Namun, dalam tinjauan jurnalistik yang objektif, harus diakui bahwa Victor bukanlah pemain tanpa cela. Pemain berusia 21 tahun ini masih memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk, terutama terkait produktivitasnya di atas lapangan. Jika menilik statistiknya di Super League 2025-2026, dari 24 penampilan yang ia jalani bersama PSM Makassar, Victor baru hanya mampu menyumbang dua gol dan dua assist. Tentu, ini adalah angka yang terbilang minim untuk standar seorang penyerang sayap di era sepak bola modern.

Selain itu, ia juga belum menjadi pilihan utama atau starter reguler di timnya, di mana menit bermainnya belum menyentuh level pemain inti yang tak tergantikan. Kelemahan lain yang juga mencolok adalah ia sering tampak bingung dalam mengambil keputusan (decision making) saat berada di sepertiga akhir lapangan, baik ketika hendak melepaskan tembakan maupun saat memberikan umpan silang.

Meski demikian, daya tarik utama dari Victor sejatinya tidak terletak pada statistik masa lalunya, melainkan pada potensi masa depan yang masih sangat bisa dikembangkan. Lantas, seberapa besar peluang Arema FC dalam perburuan ini? Tantangan terberat mereka justru datang dari Surabaya, karena Persebaya merupakan pesaing utama. Di tim tersebut, terdapat sosok Bernardo Tavares. Sang pelatih dikenal sangat memahami seluk-beluk kemampuan Victor sejak keduanya masih bersama di PSM Makassar. Faktor kedekatan emosional dan profesional ini bisa menjadi magnet kuat bagi Victor untuk menyusul mantan pelatihnya ke markas Bajul Ijo, yang kebetulan juga sedang getol membangun skuad berisi pemain-pemain muda.

Arema FC sejatinya bisa memenangkan perburuan ini dengan satu syarat bisnis yang konkret: memberikan jaminan menit bermain yang jelas. Pemain muda berbakat seperti Victor sangat membutuhkan panggung untuk unjuk gigi, bukan sekadar menghangatkan bangku cadangan. Jika dilihat sebagai sebuah investasi jangka menengah, Victor Dethan jelas merupakan aset berkualitas yang sangat layak untuk diperhitungkan. 

Rabu, 19 November 2025

Deteksi Dini Ditingkatkan, Dinkes Kota Blitar Fokus Tekan HIV dan HPV

  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mulai mengerucutkan sejumlah program pencegahan penyakit menular, salah satunya melalui peningkatan skrining HIV dan deteksi dini kanker serviks.





Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menuju target eliminasi HIV pada 2030 sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan HPV di masyarakat.


Plt Kepala Dinkes Kota Blitar Dissie, mengatakan beberapa kegiatan telah disiapkan, mulai dari talk show, edukasi kesehatan, hingga pendampingan teknis di fasilitas kesehatan dan Puskesmas.


Ia menyebut kader Warga Peduli AIDS dan kelompok dukungan sebaya juga dilibatkan untuk memperkuat jangkauan layanan.


“Upaya ini kami lakukan agar masyarakat dapat teredukasi lebih luas dan kasus bisa ditemukan sedini mungkin,” ujar Dissie, Senin (17/11).


Menurutnya, deteksi dini kasus HIV merupakan tantangan tersendiri karena berkaitan erat dengan perilaku.


“Kami mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku aman. Idealnya setia pada satu pasangan dan menggunakan pengaman bila memiliki faktor risiko. Karena fisik orang dengan HIV tidak bisa dibedakan secara kasat mata,” jelasnya.


Selain HIV, Kota Blitar juga tengah menyelesaikan skrining kanker serviks yang kuotanya mencapai 1.100 pemeriksaan dari Kementerian Kesehatan. Progresnya sudah mendekati 80 persen, dan ditargetkan rampung pada akhir November.


“Dua kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Keduanya dapat diatasi bila diketahui sejak awal. Karena itu skrining ini sangat penting,” imbuhnya.


Dissie menambahkan bahwa imunisasi HPV untuk siswa kelas 5 SD juga terus berjalan. Imunisasi ini diharapkan memberi perlindungan lebih dari 90 persen sebelum anak memasuki usia dewasa.


Untuk hasil pemeriksaan sementara, ia menyebut sebagian besar peserta menunjukkan hasil negatif HPV, meski ada beberapa yang positif dan sudah ditangani sesuai prosedur.


“HPV tidak langsung berkembang menjadi kanker. Prosesnya panjang, sehingga deteksi dini memberi kesempatan penanganan lebih cepat,” tutupnya.(*)


Penulis: Calvin Budi Tandoyo


Editor: Andika DP  KabarBaik co

Bikin Gempar !! Dua ibu hamil di Kota Blitar dinyatakan positif HIV

 Dua ibu hamil di Kota Blitar dinyatakan positif HIV. temuan itu diketahui saat keduanya melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas.





Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan, ada dua ibu hamil di Kota Blitar dinyatakan positif HIV setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas layanan kesehatan. Keduanya baru mengetahui status HIV mereka saat melakukan pemeriksaan kehamilan.


Hingga kini, belum diketahui secara pasti sumber penularan virus itu kepada 2 ibu hamil ini. Dissie menjelaskan, kedua ibu hamil itu kini berada dalam pengawasan intensif oleh tenaga kesehatan, baik dari tingkat posyandu maupun puskesmas.


Kondisi mereka saat ini baik-baik saja dan terus dipantau secara berkala. Kasus HIV pada ibu hamil menjadi perhatian serius karena berisiko menularkan virus kepada bayi yang dikandung, karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan vertikal dari ibu ke anak.


Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan pendampingan psikologis dan medis kepada pasien yang terdiagnosis.


Dissie menambahkan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menular melalui beberapa cara, antara lain hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita HIV, transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama, penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. [Dinda] 

Sumber : Radio Patria

Sabtu, 25 Oktober 2025

Sering Mandi Justru Bisa Rusak Kulit, Ini Penjelasan Dokter Spesialis


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis kulit dr Arini Widodo, SpKK dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengatakan, bahwa sering mandi justru mampu merusak lapisan kulit. Hal tersebut diungkapkan menyusul cuaca di beberapa wilayah Indonesia yang terkadang panas terik sehingga menimbulkan keinginan untuk mandi karena merasa lengket oleh keringat berlebih.




"Terlalu sering mandi, apalagi dengan cara yang salah, dapat merusaknya," katanya di Jakarta, dikutip Ahad (26/10/2025).

Tidak ada kode iklan yang tersedia.

Ia menjelaskan bahwa kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) dan lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi.

Berdasarkan panduan dari American Academy of Dermatology (AAD), lanjut dia, terdapat beberapa rekomendasi cara mandi yang sehat yang meliputi, membatasi frekuensi dan durasi.

"Mandi dua kali sehari sudah ideal, dengan durasi maksimal 5-10 menit setiap kalinya," katanya.

Selain itu, menggunakan air hangat, bukan panas, pasalnya air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit.

Memilih pembersih yang tepat, alih-alih sabun biasa yang bisa keras, gunakan pembersih badan (body cleanser) yang lembut, bebas sabun (soap-free), dengan pH seimbang (pH-balanced), dan mengandung bahan pelembap seperti ceramides, glycerin, atau niacinamide. Pembersih seperti ini efektif membersihkan tanpa mengikis lapisan pelindung kulit.

Ia juga mengingatkan untuk segera mengoleskan pelembap segera setelah mandi.

"Dalam waktu 3-5 menit setelah mengeringkan badan dengan handuk (dengan cara ditepuk-tepuk), segera aplikasikan pelembap untuk "mengunci" kelembapan," tambah dia.

Ia juga merekomendasikan bila merasa perlu membasuh diri lebih dari 2 kali karena keringat, pertimbangkan untuk hanya membasuh dengan air (tanpa pembersih) pada mandi tambahan tersebut, dan fokuskan penggunaan pembersih atau cleanser hanya pada area lipatan.

"Intinya, di cuaca ekstrem seperti sekarang, kunci perawatan kulit adalah keseimbangan antara menjaga kebersihan dengan cara yang tepat, mempertahankan kelembapan alami kulit, serta proteksi ketat dari sinar UV," tutup Arini.

sumber : ANTARA

Sanksi Sosial Bagi Warga Jakarta yang Bakar Sampah: Wajah Pelaku Dipampang di Media Sosial

bakar-sampah_251026110817-665.png

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala DLH Provinsi Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, saat ini masih ada masyarakat di Jakarta yang membakar sampah di area terbuka. Meski jumlahnya tidak sebanyak di daerah lain, tapi hal itu terap merupakan pelanggaran lantaran telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurut dia, saat ini sudah ada sanksi bagi warga yang membakar sampah di area terbuka. Sanksi itu berupa denda Rp 500 ribu hingga sanksi pidana. Namun, faktanya masih ada pihak yang dengan sadar membakar sampah di area terbuka. Asep menilai, sanksi sosial itu kemungkinan akan membuat warga tidak lagi berani melakukan pembakaran sampah.

Pasalnya, sanksi sosial juga dapat memberikan efek jera untuk para pelakunya. "Mungkin ke depannya kami akan mulai melakukan sanksi sosial, di mana memang pelaku dari open burning itu bisa kami berikan sanksi sosial berupa penampakan wajahnya di media-media sosial di Dinas LH," ujar dia.

Naskah & Video : Bayu Adji P 

Photos

International

Intertainment

Sport

Election

© Copyright 2019 Top News Jawa Timur | All Right Reserved