Sabtu, 27 Juni 2026

Mengapa Arema FC Rekrut Victor Dethan Walau Minim Gol?

Mengapa Arema FC Rekrut Victor Dethan Walau Minim Gol?

 Sayap muda Timnas Indonesia U-23, Victor Dethan, kini menjadi salah satu komoditas paling panas di bursa transfer Super League 2026-2027. Hal ini menyusul kepergiannya yang resmi dari PSM Makassar serta batalnya rencana kepindahannya ke Persija Jakarta. Situasi tersebut seketika memicu rumor hangat di Malang, pasalnya Arema FC melihat peluang emas untuk mendatangkan winger berusia 21 tahun itu tanpa biaya transfer (free transfer), sebagai langkah strategis membangun skuad yang lebih efisien sekaligus bertenaga.





Dinamika bursa transfer sepak bola memang tak ubahnya seperti pasar saham; pergerakannya sangat cepat. Seorang pemain yang hari ini dikabarkan akan bergabung dengan Tim A, bisa jadi esok harinya sudah resmi menjadi milik Tim B. Fenomena inilah yang kini dialami oleh Victor Dethan.

Pemain kelahiran 11 Juli 2004 ini mendadak menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Bermula dari pamitnya ia dari PSM Makassar, kabar burung sempat menyebutkan bahwa dirinya akan merapat ke Persija Jakarta, namun rencana tersebut urung terlaksana. Batalnya kesepakatan dengan Persija membuat status Victor menjadi bebas alias free agent, sebuah situasi yang sangat menarik untuk diikuti. Tak ayal, dua raksasa Jawa Timur, yakni Arema FC dan Persebaya Surabaya, langsung memasang radar untuk mengawasi sang pemain.

Bagi Arema FC, ini merupakan kesempatan emas yang sangat langka. Mengapa demikian? Faktor utamanya terletak pada efisiensi bisnis. Jika status Victor memang bebas transfer, Singo Edan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk membayar biaya transfer (transfer fee). Bayangkan, ia bisa didapat secara gratis, padahal nilai pasar (market value) pemain ini berada di kisaran Rp3,91 miliar. Memperoleh aset Timnas U-23 yang bernilai miliaran rupiah secara cuma-cuma jelas menjadi keuntungan besar bagi manajemen Arema yang saat ini tengah menerapkan kebijakan pengetatan anggaran.

Ditinjau dari segi teknis, Victor sejatinya adalah jawaban atas kebutuhan skuad Arema. Karakter permainannya sangat kental dengan nuansa "Malangan". Ia memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu beroperasi di posisi sayap kanan maupun kiri. Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan dan agresivitasnya saat melakukan transisi menyerang. Selain itu, Victor juga dikenal rajin melakukan pressing serta cerdas dalam membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya. Karakteristik ini tentu sangat cocok dengan gaya permainan cepat yang selama ini diusung oleh Arema FC.




Namun, dalam tinjauan jurnalistik yang objektif, harus diakui bahwa Victor bukanlah pemain tanpa cela. Pemain berusia 21 tahun ini masih memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk, terutama terkait produktivitasnya di atas lapangan. Jika menilik statistiknya di Super League 2025-2026, dari 24 penampilan yang ia jalani bersama PSM Makassar, Victor baru hanya mampu menyumbang dua gol dan dua assist. Tentu, ini adalah angka yang terbilang minim untuk standar seorang penyerang sayap di era sepak bola modern.

Selain itu, ia juga belum menjadi pilihan utama atau starter reguler di timnya, di mana menit bermainnya belum menyentuh level pemain inti yang tak tergantikan. Kelemahan lain yang juga mencolok adalah ia sering tampak bingung dalam mengambil keputusan (decision making) saat berada di sepertiga akhir lapangan, baik ketika hendak melepaskan tembakan maupun saat memberikan umpan silang.

Meski demikian, daya tarik utama dari Victor sejatinya tidak terletak pada statistik masa lalunya, melainkan pada potensi masa depan yang masih sangat bisa dikembangkan. Lantas, seberapa besar peluang Arema FC dalam perburuan ini? Tantangan terberat mereka justru datang dari Surabaya, karena Persebaya merupakan pesaing utama. Di tim tersebut, terdapat sosok Bernardo Tavares. Sang pelatih dikenal sangat memahami seluk-beluk kemampuan Victor sejak keduanya masih bersama di PSM Makassar. Faktor kedekatan emosional dan profesional ini bisa menjadi magnet kuat bagi Victor untuk menyusul mantan pelatihnya ke markas Bajul Ijo, yang kebetulan juga sedang getol membangun skuad berisi pemain-pemain muda.

Arema FC sejatinya bisa memenangkan perburuan ini dengan satu syarat bisnis yang konkret: memberikan jaminan menit bermain yang jelas. Pemain muda berbakat seperti Victor sangat membutuhkan panggung untuk unjuk gigi, bukan sekadar menghangatkan bangku cadangan. Jika dilihat sebagai sebuah investasi jangka menengah, Victor Dethan jelas merupakan aset berkualitas yang sangat layak untuk diperhitungkan. 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Top News Jawa Timur | All Right Reserved