News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Demokrat Dalami Keterlibatan Tokoh Eksternal Lain Kudeta AHY

Demokrat Dalami Keterlibatan Tokoh Eksternal Lain Kudeta AHY

loading...

a3aa2cb9-8cab-4081-8267-096975938b06_169

Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Demokrat masih terus mendalami pergerakan tokoh eksternal yang diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky mengatakan bisa saja terduga pelaku dari eksternal partainya bertambah.

"Kami juga masih mendalami terus gerak-gerik pihak eksternal, termasuk kemungkinan bertambahnya pelaku dari pihak eksternal," kata Zaky lewat keterangan tertulis, Selasa (9/2).


Keterlibatan pihak eksternal dalam gerakan kudeta terhadap AHY, kata Zaky, masih mengerucut kepada salah satu pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional dekat dengan Presiden Joko Widodo dan mantan kader Demokrat yang telah dipecat karena kasus korupsi.

Namun, Zaky masih belum mau membeberkan tokoh eksternal lain yang diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap AHY saat ini. Zaky belum mau membeberkan lebih jauh.

"Sementara, semua masih dalam proses penyelidikan. Belum bisa kami informasikan dulu kepada publik," ucapnya.

Mengenai kader yang terlibat, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai masih melakukan pendalaman. Zaky mengatakan mekanisme internal terus dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat (AD/ART).

"Ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui, dan kami akan melaluinya semuanya karena kami taat azas dan penuh dengan kehati-hatian," tutur Herzaky.

Untuk diketahui sejumlah nama telah disebut dalam pusaran kudeta AHY antara lain Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, eks Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat Nazaruddin, dan Jhoni Allen Marbun.

Moeldoko sudah angkat suara. Dia mengklaim hanya menemui sejumlah kader Demokrat yang ingin mengeluhkan kondisi internal partai.

( mts/bmw)

[Gambas:Video CNN]

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.