Senin, 29 Juni 2026

Mengapa Orang Jepang Menunda Punya Anak?


Meski Jepang memiliki kualitas hidup yang tinggi, negara ini justru menghadapi tantangan besar berupa menurunnya angka kelahiran. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jumlah bayi yang lahir pada 2025 (termasuk dari warga negara asing) adalah 705.809 bayi. Jumlah ini merupakan angka terendah yang pernah tercatat sejak pencatatan modern (dimulai tahun 1899).

Jepang sedang menghadapi fakta bahwa anak mudanya menunda berkeluarga. Padahal, pemerintah Jepang sudah berupaya mendorong peningkatan angka kelahiran melalui berbagai kebijakan, seperti bantuan finansial bagi keluarga. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan. Jadi, mengapa banyak orang Jepang tetap menunda pernikahan dan memiliki anak?

Menikah di Usia Lebih Tua—Atau Tidak Sama Sekali

Di Jepang, memiliki anak masih sangat erat kaitannya dengan institusi pernikahan. Ketika jumlah pernikahan menurun, angka kelahiran pun kena dampaknya. Dalam beberapa dekade terakhir, semakin banyak orang Jepang yang memilih menikah di usia yang lebih tua. Tidak sedikit pula yang memutuskan untuk tidak menikah sama sekali. Alasannya beragam, seperti fokus pada karier, sulitnya menemukan pasangan yang sesuai, ataupun keinginan untuk hidup bebas.

pernikahan Jepang Ilustrasi pernikahan di Jepang (pakutaso.com)

Bagi sebagian generasi muda, pernikahan tidak lagi dianggap sebagai “kewajiban hidup”. Banyak orang merasa bahwa banyak cara untuk menjalani hidup baik dalam karier, pendidikan, maupun self-growth. Generasi muda tumbuh di zaman dengan lebih banyak pilihan hidup. Sehingga, keputusan untuk menikah tidak lagi didasarkan pada tekanan sosial, melainkan pada kesiapan pribadi dan kondisi yang dianggap tepat.

Biaya Hidup yang Tinggi

Di luar persoalan pernikahan, faktor ekonomi juga berperan besar. Jepang merupakan negara dengan biaya hidup yang tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, tempat sebagian besar anak muda menjajaki karier.

Memiliki rumah, membesarkan anak, dan membiayai pendidikan membutuhkan pengeluaran yang banyak. Pasangan muda pun merasa harus mencapai kondisi finansial yang stabil sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Namun, stabilitas tersebut semakin sulit dicapai di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.

Dunia Kerja yang Penuh Tuntutan dan Tak Pasti

Meski berbagai usaha perubahan telah dilakukan, jam kerja yang panjang masih dihadapi banyak pekerja. Akibatnya, waktu untuk membangun keluarga dan mengasuh anak pun terbatas. Karena itu, menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan tanggung jawab sebagai orang tua terasa sangat berat bagi mereka.

Bekerja di Perusahaan Jepang Ilustrasi karyawan di Jepang menghadapi jam kerja yang panjang (pakutaso.com)

Banyak pekerja muda juga menghadapi realita pasar kerja yang berbeda dibandingkan dengan generasi orang tua mereka. Pekerjaan tetap dengan jaminan karier jangka panjang semakin berkurang, sementara pekerjaan kontrak atau freelance semakin umum. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih menunda keputusan penting seperti menikah atau memiliki anak hingga mereka mencapai kesiapan finansial yang kuat.

Berubahnya Aspirasi dan Arti Kesuksesan

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Jepang juga turut membentuk keputusan generasi muda mengenai keluarga dan anak. Perempuan Jepang kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan karier daripada generasi ibu mereka. Peluang untuk mengembangkan diri secara profesional memberikan lebih banyak pilihan yang tidak selalu berpusat pada peran tradisional sebagai istri dan ibu. Sementara itu, laki-laki muda juga mulai mempertanyakan ekspektasi lama yang menuntut mereka menjadi pencari nafkah utama keluarga.

Di saat yang sama, generasi muda semakin menghargai kebebasan individu dan fleksibilitas . Banyak yang memilih mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk melakukan hobi, traveling, meniti karier, atau menikmati gaya hidup yang lebih mandiri. Kesuksesan pun tidak lagi diukur dari status pernikahan atau jumlah anggota keluarga, tapi dari kemampuan menjalani hidup yang sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi.

jasa sewa keluarga Jepang japanesestation.com Ilustrasi keluarga Jepang (hivelife.com)

Menurunnya angka kelahiran di Jepang bukan hanya persoalan demografi. Di balik statistik kelahiran yang terus menurun, terdapat generasi yang sedang mendefinisikan ulang prioritas hidup mereka di tengah berbagai badai tantangan sosial ekonomi. Mungkin, pertanyaan yang besar bukanlah mengapa orang-orang menunda pernikahan, melainkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan generasi muda yang memandang masa depan lewat cara berbeda.

Attachments:

Sabtu, 18 Oktober 2025

Ini 3 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Penderita Ginjal


6dd6df89-ec78-46a5-99f7-21b2611bda5d_169

Jakarta, CNN Indonesia --

Memiliki masalah ginjal artinya perlu memperhatikan pola makan. Ada beberapa sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ginjal.

Sayuran pada dasarnya adalah pilihan makanan yang sehat. Sayuran mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tapi, tak semua sayuran ramah untuk penderita penyakit ginjal, utamanya yang tinggi kalium.

Kalium sendiri merupakan elektrolit penting dalam tubuh. Namun, saat ginjal tak berfungsi dengan baik, kalium dapat menumpuk dalam darah dan menyebabkan masalah serius.


Sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ginjal

Ginjal punya peran penting dalam menyaring limbah serta racun yang tidak dibutuhkan tubuh. Saat fungsinya menurun, kemampuan tubuh untuk mengeluarkan kalium juga ikut berkurang.

Kondisi penumpukan kalium sendiri dikenal dengan sebutan hiperkalemia. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak dikendalikan.

Untuk itu, hindari beberapa sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ginjal berikut ini.

1. Kentang dan ubi jalar

Selain tinggi pati, kentang dan ubi jalar merupakan sumber kalium yang tinggi.

Mengutip Healthline, satu kentang panggang ukuran sedang (156 gram) mengandung sekitar 610 miligram (mg) kalium. Sementara ubi jalar panggang (114 gram) mengandung sekitar 542 mg kalium.

2. Tomat

Tomat juga masuk dalam daftar sayuran tinggi kalium.

Penderita masalah ginjal dapat mengganti tomat dengan bahan lain yang rendah kalium seperti paprika merah.

3. Bayam

Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya akan mineral, termasuk kalium. Dalam setiap 30-38 gram (g) bayam terdapat sekitar 136-290 mg kalium.

Selain kalium, sayuran berdaun hijau juga mengandung oksalat yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Demikian beberapa sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ginjal. Semoga bermanfaat.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]

Cegah Diabetes, Ini 5 Cara Menurunkan Kadar Gula pada Nasi Putih


Nasi putih merupakan makanan pokok yang sulit untuk ditinggalkan bagi orang Indonesia. Namun karena indeks glikemiknya tinggi, nasi putih bikin kadar gula darah melonjak cepat. Berikut cara menurunkan kadar gula pada nasi putih. 

Buat sebagian orang, nasi putih memang wajib ada bahkan ada yang merasa belum kenyang kalau belum 'bertemu' nasi. Padahal indeks glikemik nasi putih tinggi sehingga kadar gula darah melonjak dengan cepat. 


Penderita diabetes jelas perlu membatasi konsumsi nasi putih dan mengonsumsi karbohidrat alternatif seperti kentang. 

Sebenarnya tak perlu takut. Anda tetap bisa mengonsumsi nasi putih. Namun terlebih dahulu, nasi putih perlu diturunkan kadar gulanya.

Mengurangi kadar gula dalam nasi putih dapat membantu mencegah berbagai penyakit, salah satunya diabetes tipe 2.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara efektif yang bisa dicoba untuk menurunkan kadar gula pada nasi putih.

1. Rendam beras sebelum dimasak

Salah satu cara menurunkan kadar gula pada nasi putih, yaitu dengan merendam beras sebelum dimasak.

Mengutip Indian Express, merendam beras selama beberapa jam dapat mengaktifkan proses pemecahan enzimatik pada pati di dalam beras.

Proses ini membantu mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula yang lebih sederhana sehingga, mengurangi indeks glikemik nasi. Nasi pun lebih mudah dicerna dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.

2. Biarkan nasi mendingin setelah dimasak

Biarkan nasi yang sudah matang menjadi dingin terlebih dahulu sebelum dimakan. Melansir dari Business Insider, studi membuktikan nasi dingin kadar gulanya lebih rendah.

Para peneliti dari Poznan University of Medical Sciences mempelajari kadar gula setelah makan pada 32 pasien diabetes tipe 1.

Kelompok pertama diberi nasi putih hangat sebanyak 46 gram. Kelompok kedua diberi porsi yang sama, tetapi nasi tersebut sudah didinginkan di kulkas selama 24 jam kemudian dipanaskan kembali.

Hasilnya, nasi yang sudah didinginkan lalu dipanaskan kembali, memiliki kadar gula lebih rendah dibandingkan nasi putih hangat.

3. Padukan nasi dengan sumber nutrisi lain

Mengutip Hindustan Times, ahli gizi Bhuvan Rastogi mengatakan, konsumsi nasi putih bersama dengan protein dan serat juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Protein dan serat memperlambat proses pencernaan karbohidrat, sehingga gula darah tidak naik secara tiba-tiba.

Anda bisa menambahkan lauk pauk seperti ayam, ikan, tahu, tempe, atau sayuran berserat tinggi saat makan nasi.

4. Masak nasi dengan minyak kelapa

Menambahkan minyak kelapa saat memasak nasi juga bisa menurunkan kadar gula nasi putih. Selain menurunkan kadar gula, cara ini juga memberikan aroma dan rasa lezat pada nasi.

Minyak kelapa dapat mengubah struktur pati dalam nasi, sehingga proses pencernaan dan penyerapan gula menjadi lebih lambat.

Caranya, tambahkan satu sendok teh minyak kelapa untuk setiap 100 gram beras saat memasak. Setelah matang, simpan nasi di dalam kulkas selama 12 jam sebelum disantap.

5. Kombinasikan nasi dengan kacang-kacangan

Kacang kering/ Foto: Freepik.com/8photo

Ilustrasi. Kombinasikan nasi putih dan kacang-kacangan untuk menurunkan kadar gula pada nasi. (Freepik.com/8photo)

Menggabungkan nasi dengan kacang-kacangan, seperti lentil merah, kacang merah, atau kacang Arab, jadi salah satu cara menurunkan kadar gula pada nasi putih.

Kacang-kacangan kaya akan serat dan protein yang membantu memperlambat pencernaan karbohidrat. Selain itu, konsumsi kacang-kacangan juga memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan jantung dan pencernaan.

(rea/els)

[Gambas:Video CNN]

Rabu, 12 Maret 2025

Gagal Ambil Foto Profil Pembuatan Akun Rekrutmen Bersama BUMN 2025? Ikuti Cara Ini


Tangkapan layar https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/register

REKRUTMEN BERSAMA BUMN - Tangkapan layar https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/register pada Jumat (7/3/2025) yang menunjukkan laman https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/register untuk daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2025. Berikut tips dan cara agar peserta dapat mengatasi pengambilan foto profil pembuatan akun Rekrutmen Bersama BUMN 2025 yang gagal. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut tips dan cara agar peserta dapat mengatasi pengambilan foto profil pembuatan akun Rekrutmen Bersama BUMN 2025 yang gagal.

Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025 telah dibuka sejak Sabtu (7/3/2025).

Adapun pendaftaran dilakukan secara online dengan mengakses laman https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/home.

Untuk saat ini, tahapan bagi calon peserta adalah pembuatan akun atau registrasi akun.

Saat registrasi akun, calon peserta harus mengambil foto secara langsung untuk foto profil akun.

Lalu bagaimana jika gagal saat ambil foto profil pembuatan akun Rekrutmen Bersama BUMN 2025?

Tips Atasi Gagal Ambil Foto Profil Pembuatan Akun Rekrutmen Bersama BUMN 2025

Mengutip dari Instagram @fhci.bumn, kamu bisa mengikuti cara ini:

  • Jika kamu tidak melihat tombol 'Ambil Foto', coba gulir (scroll) ke bawah halaman dan perkecil tampilan (zoom out) untuk menampilkannya.
  • Untuk kelancaran pendaftaran, sebaiknya menggunakan laptop/PC saat proses registrasi
  • Pastikan jaringan stabil

Jadwal Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025 untuk Kategori Reguler

Baca juga: Kriteria Disabilitas yang Bisa Ikut Rekrutmen Bersama BUMN 2025, Simak Cara Daftarnya

  • Registrasi kandidat: 7 - 16 Maret 2025
  • Job Apply: 10 - 16 Maret 2025
  • Pengumuman Administrasi: Minggu ke-2 April 2025
  • Tes Tahap 1 (Tes TKD, AKHLAK, Wawasan Kebangsaan): Minggu ke-2 April 2025
  • Pengumuman Tes Tahap 1: Minggu ke-2 Mei 2025
  • Tes Tahap 2 (Tes English, Learning Agility): Minggu ke - 2 dan Minggu ke-3 Mei 2025)
  • Pengumuman Tes Tahap 2: Minggu ke-2 Juni 2025
  • Tes Tahap 3 (Tes TKB oleh BUMN): Juni-Juli 2025
  • Pengumuman Final: Minggu ke-1 Juli 2025

Jadwal Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025 untuk Kategori Disabilitas

  • Registrasi kandidat: 7 - 16 Maret 2025
  • Job Apply: 10 - 16 Maret 2025
  • Pengumuman Administrasi: Minggu ke-2 April 2025
  • Tes Tahap 1 (Tes TKD, AKHLAK, Wawasan Kebangsaan) dan Tes Tahap 2 (Tes English, Learning Agility): Minggu ke - 2 dan Minggu ke-3 April 2025
  • Pengumuman Tes Tahap 1 dan 2: Minggu ke-4 April 2025
  • Tes Tahap 3 (Tes TKB oleh BUMN): April - Mei 2025
  • Pengumuman Final: Minggu ke-1 Juli 2025

Jadwal Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025 untuk Kategori Orang Asli Papua (OAP)

  • Registrasi kandidat & Job Apply: Minggu ke-2 - Minggu ke 3 April 2025
  • Pengumuman Administrasi: Minggu ke-2 Mei 2025
  • Tes Tahap 1 (Tes TKD, AKHLAK, Wawasan Kebangsaan) dan Tes Tahap 2 (Tes English, Learning Agility): Mei - Juni 2025
  • Pengumuman Tes Tahap 1 dan 2: Minggu ke-3 Juni 2025
  • Tes Tahap 3 (Tes TKB oleh BUMN): Juni - Juli 2025
  • Pengumuman Final: Minggu ke-2 Agustus 2025

(Tribunnews.com/Farrah)

Artikel Lain Terkait Rekrutmen Bersama BUMN 2025

Senin, 27 Januari 2025

Rentetan Mengerikan Kronologi Pembunuhan Mutilasi Wanita di Ngawi


konferensi-pers-kasus-pembunuhan-dan-mut

Senin, 27 Januari 2025 – 12:46 WIB

Konferensi pers kasus pembunuhan dan mutilasi wanita di Ngawi. Foto: Ardini Pramitha/JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Cemburu dan sakit hati membutakan hati nurani Rochmat Tri Hartanto alias Antok (32). Warga Dusun Banaran Desa Gombal Kecamatan Pake Kabupaten Tulungagung itu tega membunuh dan memutilasi Uswatun Khasanah yang bagian tubuhnya ditemukan di Ngawi pada Kamis (23/1).

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Farman mengungkapkan Antok sudah berniat membunuh Uswatun Khasanah yang diawali dengan mengajak menginap korban di salah satu hotel kawasan Kediri pada 19 Januari 2025.

“Setelah check in, terjadi cekcok antara keduanya hingga tersangka mencekik korban sampai meninggal dunia,” kata Farman saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (27/1).

Baca Juga:

Setelah korban tak bernapas, Antok sempat kebingungan membuang mayat wanita yang memiliki dua orang anak tersebut.

Kecemasan yang menyelimuti pikiran tersangka membuat dirinya mencetuskan untuk membuang korban dengan memasukkannya ke dalam koper.

“Pelaku menyiapkan koper yang diambil dari rumah, kemudian menyiapkan beberapa barang yang dibutuhkan, antara lain plastik, lakban, dan pisau yang dibeli di salah satu tempat,” jelasnya.

Baca Juga:

Keesokan harinya, pada 20 Januari 2025, pelaku memasukan tubuh jenazah kedalam koper berukuran 28 inch.

Namun, koper berwarna merah yang disiapkan itu tidak mampu menampung seluruh tubuh jenazah sehingga Antok memutuskan memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Rabu, 08 Januari 2025

Anak-anak hingga Lansia Rentan Terkena HMPV, Begini Imbauan Dinkes Yogyakarta


Anak-anak hingga Lansia Rentan Terkena HMPV, Begini Imbauan Dinkes Yogyakarta - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Anak-anak dan kelompok rentan rawan terserang HMPV. Foto: Ricardo/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimabau masyarakat untuk tidak panik merespons penyakit yang ditimbulkan oleh Human Metapneumovirus (HMPV).

Seperti yang diketahui virus HMPV dilaporkan pemerintah RI telah terdeteksi di tanah air.

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus yang termasuk dalam keluarga Pneumoviridae dan pertama kali diidentifikasi pada 2001 di Belanda.

Baca Juga:

Virus ini merupakan virus RNA rantai tunggal dengan sense negatif, yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani, HMPV bukan virus yang mematikan, melainkan mirip flu biasa.

Gejalanya berupa batuk, pilek, demam hingga sesak nafas.

Baca Juga:

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat seperti cukup istirahat, mencuci tangan, memakai masker saat merasa tidak enak badan," ujarnya, Rabu (8/1).

Selain itu, masyarakat Jogja diminta segera berkonsultasi jika mengalami gejala.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memberikan imbauan penting terkait virus HMPV, simak!

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

© Copyright 2019 Top News Jawa Timur | All Right Reserved