Breaking news Dinas Pemberdayaan Anak DKI Akui Salah Undang Muslimah HTI ke Rapat - Top News Jawa Timur

Breaking

Breaking news Dinas Pemberdayaan Anak DKI Akui Salah Undang Muslimah HTI ke Rapat

Breaking news Dinas Pemberdayaan Anak DKI Akui Salah Undang Muslimah HTI ke Rapat
loading...


Jakarta - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta akan menunda rapat yang sempat mengundang Muslimah HTI. Kepala DPPAPP DKI Jakarta Tuty Kusumawatu mengakui ada kesalahan karena menyertakan Muslimah HTI dalam undangan.


Breaking news Dinas Pemberdayaan Anak DKI Akui Salah Undang Muslimah HTI ke Rapat

"Kami akui ada kesalahan," kata Tuty dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2019).

Tuty mengakui bahwa dia tidak teliti saat menandatangani undangan itu. Menurutnya, undangan tersebut sudah diperiksa oleh jajarannya.


"Saya juga tidak melihat secara detail daftar undangan saat menandatangani. Sebab, sudah melalui pemeriksaan Plt. Kabid dan Sekretaris Dinas," ucap Tuty.



Tuty akan melakukan pemeriksaan internal atas kesalahan itu. Sanksi akan diberikan bila terbukti ada kesengajaan dalam kesalahan itu.

"Kami juga akan melakukan pemeriksaan internal untuk menentukan tingkat kesalahan dan sanksi yang berlaku bagi semua yang terlibat dalam pembuatan undangan. Selama pemeriksaan, penyusun undangan akan dibebastugaskan," tutur Tuty.

Tuty menjelaskan rapat tersebut merupakan permohonan dari komunitas perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Komunitas diundang karena menganggap bahwa konten poster mengenai anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dipasang di MRT Jakarta bias gender.

"Tujuannya untuk mendapatkan masukan dan pendapat utuh mengenai perempuan dan anak," tambah Tuty.



Sebelumnya, beredar surat undangan rapat dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta. Rapat sedianya akan membahas konten poster antikekerasan terhadap perempuan dan anak, Jumat (14/6).

Terdapat tanda tangan Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Tuty Kusumawati dalam surat tersebut. Organisasi Muslimah HTI dan Indonesia Tanpa Feminis ikut diundang dalam rapat tersebut.

Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ormas itu kini sah dicap sebagai organisasi terlarang.
(fdu/idn)

loading...
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact